PABRIK OTOMOTIF DAN ELEKTRONIK DUNIA DIBUAT PUSING KARENA KELANGKAAN CHIP SEMIKONDUKTOR

berita chip semikonduktor

bagikan :

Jakarta, honda-kita.com Otomotif dunia kini sedang dilanda masalah kekurangan pasokan chip semikonduktor, perangkat keping kecil berisi rangkaian elektronik, yang dibutuhkan untuk memproduksi berbagai jenis mobil. Kekurangan barang sekecil ini berpotensi membuat produsen Otomotif dan Elektronik merugi hingga triliunan rupiah.


Latar belakang
Kelangkaan chip yang dibuat dari bahan semikonduktor dimulai saat industri otomotif disapu ombak pandemi Covid-19. Pabrik mobil terpaksa ditutup, entah karena diminta pemerintah, tindakan pencegahan penularan di kalangan pekerja, atau penyelamatan diri karena pembeli mobil berkurang drastis.

Menurut Reuters, kelangkaan juga diperparah sanksi Amerika Serikat kepada perusahaan teknologi China. Kelangkaan ini awalnya terkonsentrasi di industri otomotif, namun belakangan menyebar ke berbagai produsen, termasuk ponsel, lemari es, dan microwave.

Kelangkaan membuat banyak produsen panik dan melakukan pembelian besar untuk stok. Kekurangan ini kemudian menekan kapasitas produksi dan menaikkan biaya bahkan buat komponen chip termurah yang akhirnya bikin mahal produk akhir.

Apa itu semikonduktor dan chip?
Sebelum memahami tentang semikonduktor, Anda mesti mengerti dulu tentang konduktor, yaitu benda penghantar arus listrik dan insulator, artinya benda yang tidak menghantarkan listrik.

Semikonduktor adalah benda yang yang dapat menjadi konduktor atau insulator tergantung lingkungan di sekitarnya. Kemampuan semikonduktor seperti itu yang membuatnya tepat digunakan untuk pembuatan peralatan elektronik seperti chip.

Mobil modern saat ini sangat tergantung pada chip, yang digunakan mulai dari hal kecil misalnya pada sensor sabuk pengaman hingga sistem komputer mesin untuk membuatnya bisa lebih irit sampai atau fitur-fitur bantuan mengemudi seperti pengereman darurat atau cruise control.

Ketergantungan pada chip juga semakin tinggi sebab sebagian besar arah pengembangan mobil saat ini mengarah ke pemakaian lebih banyak sistem komputer dan sensor.

Menurut data IHS Markit yang diolah Reuters, kelangkaan chip dapat mempengaruhi total 1,3 juta unit produksi kendaraan ringan pada kuartal pertama. IHS menjelaskan kebakaran di pabrik chip di Jepang, yang terhitung sebagai pemasok 30 persen unit microcontroller untuk mobil di seluruh dunia, memperparah situasi.

Musim dingin yang parah di Texas juga memaksa Samsung Electronics Co Ltd, NXP Semiconductors, dan Infineon menutup sementara pabrik mereka. NXP dan Infineon adalah produsen chip otomotif skala besar.

Siapa saja yang bermasalah?
Berbagai produsen otomotif global telah mengaku bermasalah suplai chip secara langsung ataupun tidak. Produsen itu di antaranya Ford, General Motors, Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki, Nissan, Toyota, Hyundai, Jaguar Land Rover, Mercedes-Benz, Stellantis, Subaru, dan Volkswagen Group.
Ford mengatakan telah mengantisipasi kondisi kelangkaan lebih parah pada kuartal kedua dan dikatakan masih akan berlanjut sampai akhir 2022. Estimasi kerugian pada tahun ini disebut hingga US$2,5 miliar.

“Ada lebih banyak momen tantangan di depan yang harus kita jalani. Kekurangan semikonduktor dan dampaknya terhadap produksi akan menjadi lebih buruk sebelum akhirnya membaik. Faktanya, kami yakin kuartal kedua akan menjadi rendah pada tahun ini,” ucap CEO Ford Jim Farley saat membahas pendapatan perusahaan pada kuartal pertama, dilansir dari The Drive.

General Motors menjelaskan lima pabrik mereka terpengaruh kelangkaan semikonduktor dengan total potensi kerugian US$2 miliar. Produksi Buick Enclave, Chevrolet Blazer, Camaro, Equinox, Malibu, Silverado, Traverse, Cadillac CT4, CT5, XT4, GMC Arcadia dan Sierra terkendala masalah ini.

Honda sudah menyatakan menunda produksi di ‘sebagian besar pabrik di Amerika Serikat’ pada Maret. Produksi Accord, Civic, Insight, Odyssey, dan Acura RDX dikurangi karena kelangkaan chip.

Hyundai sempat memberhentikan produksi di pabrik Korea Selatan pada April. Namun disebutkan produksi di AS tidak begitu terpengaruh.

Jaguar Land Rover dilaporkan sudah mengatur volume produksi lebih rendah di Inggris yang menjadi basis Jaguar XE, XF, dan F-Type. Hal yang sama juga diperluas ke produksi Land Rover Discovery Sport dan Range Rover Evoque.

Dua pabrik Mercedes-Benz di Jerman dihentikan sepekan karena kelangkaan chip. Hal ini membuat produksi GLC dan mobil listrik EQC tersendat.

Pabrik Nissan di Smyrna, Tennessee, yang memproduksi Leaf, Maxima, dan Rogue kena dampak. Altima, mobil yang diproduksi di Misissippi, serta Kicks dan Versa, juga mengalami hal sama.

Stellantis mengalami produksi terkait kelangkaan chip di delapan dari 44 total pabrik global mereka. CFO Stellantis Richard Palmer menjelaskan efek kelangkaan chip akan berlangsung hingga 2022.

“Kami tidak punya visibilitas yang baik. Karena itu tidak bijaksana menganggap masalah ini akan hilang,” ucap Palmer.

Pabrik Subaru di Lafayette, Indiana, mengalami pemberhentian sementara pada April. Ini mempengaruhi produksi Ascent, Impreza, Legacy, dan Outback.

Toyota saat ini mengaku tidak terlalu bermasalah karena kekurangan pasokan chip. Menurut Toyota pihaknya telah belajar banya dari masalah pasokan serupa pada 2011 saat insiden nuklir terjadi di Fukushima.

Volkswagen Group, yang sudah menyadari minimnya pasokan chip pada Desember 2020, telah menutup sementara pabrik di Slovakia yang menghasilkan Volkswagen Touareg, Audi Q7, Audi Q8, dan Porsche Cayenne.

“Kami telah diberi tahu pemasok dan di Volkswagen Group bahwa kami perlu menghadapi tantangan di kuartal kedua, mungkin lebih menantang daripada kuartal pertama. Nama permainan pada tahun ini fleksibilitas. Kami harus mencoba tetap memproduksi saat kami mendapatkan [chip],” kata dia.

Sumber : Cnnindonesia.com

brosur motor
Sebelumnya
Selanjutnya